Monday, November 01, 2010

50 Tahun Maradona

REP
Yusuf Abdillah
|  30 Oktober 2010  |  20:41


Setengah abad silam, di Lanus, Buenos Aires, sebuah keluarga miskin kedatangan anggota baru. Seorang bayi laki-laki yang akan mengubah hidup mereka. Pada 30 Oktober 1960, entah apa yang ada di benak Dalma dan Diego. Di tengah sulitnya hidup, mereka harus menyuapi satu mulut lagi.
Mereka tentu tak tahu jika si bayi bakal menjadi salah satu pesepakbola terbaik di kolong jagat, salah satu sosok paling terkenal seantero planet. Setengah abad lalu, lahir seorang Diego Armando Maradona.
Kisah hidup Maradona membuktikan jika tak ada yang tak mungkin di dunia ini. Maradona kecil hidup dalam kemiskinan. Sang ibu kerap terpaksa berbohong, mengatakan sudah kenyang agar memastikan semua anggota keluarga bisa makan.
Sifat ini menurun kepada Maradona. Saat pertama kali mendapat bayaran sebagai pemain, Maradona mengajak saudaranya ke toko mainan dan membelikan mereka hadiah. Dia membeli sepeda, sepatu olahraga, benda-benda yang tak pernah dimiliki.
Publik Argentina masih ingat bagaimana Maradona muda menangis karena tak masuk timnas Argentina yang kemudian menjuarai Piala Dunia 1978 di kandang sendiri. Namun, kekecewaan itu dibayarnya dengan penampilan cemerlang di Piala Dunia U-20 di Jepang, setahun kemudian. “Saya tak pernah lebih bahagia ketimbang berada di tim ini,” ujar Maradona dalam otobiografinya.
Di Jepang semuanya berawal. Dunia mulai mengenal sosok pemain mungil yang luar biasa. Kariernya pun melesat cepat. Maradona pun berkelana ke Barcelona, Napoli, dan Sevilla. Bersama Argentina, empat kali Maradona tampil di Piala Dunia sebagai pemain dan sekali sebagai pelatih.
Dalam sejarah Piala Dunia, Maradona adalah warna. Dimulai dengan kartu merah yang diterimanya di Piala Dunia 1982, gol fenomenal dan aksi “tangan Tuhan”nya saat melawan Inggris di Meksiko 1986, tangisannya usai dikalahkan Jerman di Italia 1990, hingga kasus doping di AS 1994.
Dalam perjalanan hidupnya, Maradona memang acap dililit kontroversi. Terlibat narkoba, kecanduan alkohol yang nyaris merenggut nyawanya, perselingkuhan, dan lainnya. Namun, Maradona tetap diakui sebagai one of the greatest. Termasuk saya pribadi. Tanpa disadari, Maradona-lah yang membuat saya gila bola.
Feliz Cumpleanos El Diez, El Pelusa, El Pibe de Oro!

Biografi Lionel Messi




Lionel AndrĂ©s Messi (lahir pada 24 Juni 1987 di Rosario) adalah seorang asal Argentina. Posisinya adalah penyerang. Saat ini ia memperkuat FC Barcelona di La Liga (Liga Spanyol). Kemampuannya membuatnya dijuluki sebagai “Diego Maradona baru”. Pada awalnya pemain bertinggi badan 169 cm ini beraksi di klub Grandoli, klub asuhan Jorge Messi yang tak lain adalah ayahnya Messi.
Kemudian ia beralih ke Newell’s Old Boys. Namun klub ini tidak sanggup membayar biaya terapi hormon yang mencapai 500.000 pounds perbulannya. Untunglah Barcelona segera menangkap potensi hebat Leo Messi dan menawarinya pindah ke Spanyol untuk bergabung bersama klub Katalan ini plus membiayai seluruh biaya terapi.
“Saya hanya waktu kurang dari 10 menit untuk yakin bahwa dia memang seorang bintang masa depan.” ucap pelatih Barcelona B kala itu, Carles Rexach. “Sepanjang karir saya selama 40 tahun, tak pernah saya melihat seorang pemain yang benar-benar bertalenta. seseorang dengan pengetahuan sepak bola minim pun akan bisa menyadari kemampuan hebat messi.”
Bakatnya menarik dunia sewaktu beraksi bersama tim nasional sepak bola Argentina di Piala Dunia Remaja dan Barcelona pada tahun 2005. Pada tahun 2006 dia berhasil membantu Barcelona sebelum mengalami cedera dalam perlawanan perempatfinal menentang Chelsea di Liga Champions. Messi yang mempunyai tubuh yang agak kecil ini sangat lincah di atas lapangan dan kerap membuka ruang kepada rekan- yang memburu gol.
Sumber : aelonggmailcom.blogspot.com/2009/03/biografi.html

Sunday, July 19, 2009

Biografi Pele


Terlahir dengan nama lengkap Edson Arantes Do Nascimento, bakat Pele pertama kali ditemukan oleh mantan pemain Brasil Waldemar de Brito. Kala itu usia Pele baru menginjak 11 tahun. Di bawah asuhan Waldemar, pria kelahiran Tres Coracoes, 23 Oktober 1940 ini tumbuh menjadi pemain yang luar biasa. Menginjak usia 15 tahun Pele mulai direkrut ke klub Santos. Cukup satu tahun ia langsung mengawali debut di Santos dengan sebuah gol saat klubnya bertemu Corinthians, September 1956. Kala itu publik sepakbola Brasil menyakini bahwa legenda sepakbola dunia telah lahir.

Di usianya yang ke-17, Pele memulai debut di Piala Dunia Swedia 1958. Dalam ajang yang sama juga Brasil untuk pertama kalinya berhasil merebut gelar Piala Dunia. Pele menjadi pemain termuda yang mampu menjaringkan 6 gol dalam ajang Piala Dunia. Pele menjaringkan gol kemenangan saat melawan Wales, mencetak hattrick saat melawan Perancis di semifinal dan mencetak dua gol lagi saat Brasil membungkam tuan rumah Swedia 5-2 di final.
Cedera serius yang dialami saat bermain di partai pembuka melawan Meksiko membuat Pele harus puas menyaksikan kejayaan rekan-rekan setimnya saat keluar sebagai juara di Piala Dunia 1962. Menjadi bintang besar dan dianggap sebagai pemain berbahaya di dunia membuat gerak-gerik Pele selalu diawasi oleh setiap lawannya. Cedera serupa juga dialami Pele saat tampil di Piala Dunia 1966. Ironisnya tanpa kehadiran Pele, saat itu Brasil mengalami nasib tragis karena harus tersingkir di babak awal.
Pele harus menunggu sampai Piala Dunia 1970 diselenggarakan. Saat itu obsesinya untuk membawa Brasil memboyong tropi Jules Rimet untuk selamanya akhirnya menjadi kenyataan. Bersama Jairzinho, Tostao, Rivelino, dan Carlos Alberto, Pele sukses menjadi pemain pertama yang mampu merasakan tiga kali menjadi juara dunia. Dalam partai final pada Piala dunia 1970 itu juga Pele mampu melengkapi rekor gol ke-100 yang dijaringkan Brasil selama mengikuti Piala Dunia. Usai partai final Piala Dunia 1970 harian terkemuka Sunday Times dalam headline-nya mengangkat judul : “Bagaimana anda mengeja Pele? G-O-D (T-U-H-A-N/red)”.
Sepanjang kariernya sebagai pemain, Pele telah 92 memperkuat Brasil dalam partai internasional dengan koleksi 77 gol. Prestasinya di klub bersama Santos di Liga Brasil (1956-1974) maupun bersama New York Cosmo di Liga Amerika (1975-1977) juga sangat spektakuler. Bersama Santos, Pele 11 kali menjuarai kompetisi Sao Paulo, 6 kali juara Piala Brasil, 2 kali juara Copa Libertadores serta 11 kali menjadi topskor di kompetisi Sao Paulo. Secara keseluruhan Pele telah mencetak 1281 gol dalam 1363 pertandingan. Bahkan setiap tanggal 19 November para pendukung Santos merayakan “Pele Day” atau “Hari-nya Pele” untuk mengenang gol ke-1000 yang dicetak Pele di Stadion Maracana. Sejak memutuskan pensiun dari sepakbola, Pele yang kini menjabat sebagai duta besar keliling Brasil sering menjadi duta untuk mempromosikan negaranya. Dia juga menjadi duta untuk badan dunia PBB dan UNICEF adalah satu-satunya pemain yang merasakan tiga kali mengangkat tropi Piala Dunia, pemain paling jenuis yang pernah terlahir di muka bumi. dijuluki sebagai pesepakbola paling sempurna. Setiap kali “Selecao” bermain cantik, orang pasti mengidentikannya dengan kehadiran si pemilik No. 10.

Thursday, August 24, 2006

Festival

 Ada banyak acara Festival di Bali; barangkali anda berminat untuk menjadi penonton, peserta vendor atau panitia, informasikan melalui info-ku